Reportase Identifikasi Satwa Liar


Reportase Identifikasi Satwa Liar :

MELACAK JEJAK MACAN TUTUL

Identifikasi Keberadaan Karnivora Besar

Oleh :  Anggodo )*

Menindaklanjuti laporan warga Desa Ngrukem Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo perihal keberadaan satwa liar yang diduga adalah jenis macan yang berada di sekitar pemukiman warga dan areal persawahan sejak tanggal 18 Mei 2009, maka pada tanggal 19 Mei 2009  dari Bidang Wilayah I Madiun mengadakan survei lapangan dalam rangka identifikasi keberadaan karnivora besar yang diduga jenis Macan Tutul (Panthera pardus).  Tim dari Bidang segera bergabung dengan Tim dari Seksi Konservasi Wilayah II dan langsung menuju ke kantor POLSEK setempat, kemudian bersama-sama menuju lokasi.

Dari hasil pengamatan langsung di lapangan dan hasil wawancara dengan masyarakat setempat didapatkan hasil bahwa dugaan sementara adalah bukan jenis Macan Tutul tetap lebih kecil ukurannya kemungkinan besar adalah jenis Kucing Hutan. Dari penggalian informasi dari masyarakat dan pengamatan langsung di lapangan tersebut serta pemeriksaan jejak dan tanda-tanda satwa liar yang ditinggalkan berupa bekas tapak kaki di permukaan tanah (mendeteksi jumlah kuku, bentuk kuku atau tapak kaki dan bentuk tekanan injakan kuku, ukuran dan prakiraan umur satwa), feses (kotoran untuk mendeteksi jenis makanan, bentuk dan ukuran feses), bagian-bagian tubuh yang ditinggalkan (rambut atau bulu-bulu badan), bau-bauan dan tanda-tanda lainnya maka baru dapat ditarik kesimpulan ada tidaknya karnivora besar di wilayah tersebut. Di samping itu juga tidak ada laporan dari masyarakat tentang hilangnya hewan-hewan peliharaan masyarakat maka dapat diduga satwa ini bukanlah Macan Tutul.  Berdasarkan hasil cetakan jejak (gips) didapatkan ukuran jejak yang kecil dengan lebar 4 cm panjang 5 cm dapat diduga adalah satwa mangsa seperti Musang atau Garangan.  Juga jejak berikutnya lebar 5 cm panjang 6 cm dugaan kita adalah Kucing Hutan dari famili Felidae.

Tim melakukan pertemuan dengan Kepala Camat, KAPOLSEK, DAN RAMIL setempat dan dihimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan bekerja sama dengan petugas kehutanan, hal ini untuk menghindari kemarahan masyarakat yang berakibat terlukanya satwa liar tersebut.

Untuk menghindari keresahan masyarakat karena ancaman Macan Tutul masyarakat dan aparat Desa mengharapkan adanya evakuasi satwa tersebut.  Dalam rangka mengurangi keresahan masyarakat maka petugas dari Resor Ponorogo/Pacitan selama beberapa hari diinstruksikan untuk  melakukan pemantauan perkembangan keberadaan karnivora besar tersebut dengan berkoordinasi dengan aparat Desa dan Kepolisian setempat.  Akhirnya setelah beberapa hari tidak ada laporan gangguan lagi maka pemantauan diakhiri.

Kejadian serupa pernah terjadi di Desa Ringin Agung Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan yaitu berdasarkan laporan masyarakat tentang keberadaan mamalia besar Macan Tutul di sekitar areal hutan jati rakyat dan perkebunan bambu sejak tanggal 22 April 2009.  Tim dari Bidang Wilayah I Madiun segera melakukan identifikasi ke lokasi pada tanggal 23 dan 24 April 2009.  Hasil identifikasi diduga adalah memang dari jenis Macan Tutul, tetapi karena tidak berhasil ditemukan baik jejak maupun keberadaannya serta tidak ada laporan gangguan lainnya maka pencarian dihentikan.

Banyak ditemui kendala-kendala dalam pelaksanaan tugas di lapangan.  Adapun kendala yang umum terjadi adalah keterbatasan sarana prasarana pendukung kegiatan di lapangan.  Berdasarkan kendala yang ada, maka hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian antara lain :

  1. Pengadaan sarana dan prasarana penunjang yang memadai seperti kandang yang kokoh untuk satwa liar jenis Macan Tutul atau pengadaan kandang jebakan, kandang transpor, senjata bius, handy talky (HT), teropong binokuler, kaca pembesar untuk pengamatan komposisi feses, kamera foto/video, alat tangkap yang memadai (jaring atau tali pengikat) dan perlunya camera trap dan tape recorder untuk proses pengamatan sampai dengan penangkapan dan evakuasi.  Selama ini petugas dengan senjata biusnya dan peralatan tangkap meminjam dari Kebun Binatang Surabaya atau lembaga konservasi lainnya.  Petugas POLHUT juga perlu dipersenjatai dengan pistol atau senapan bius untuk melumpuhkan satwa.  Untuk di kantor Bidang dan Seksi perlu dibangun kandang transit yang memadai sehingga satwa tidak stress atau bahkan mati sebelum diserahkan ke kantor Balai Besar.
  2. Perlunya pelatihan bagi para petugas POLHUT dalam hal penangkapan, pengamanan lokasi sampai dengan evakuasi satwa.  Selama ini petugas mempraktekkan langsung berdasarkan pengalaman saja dan kurang didukung oleh teknik penangkapan, pengamanan hingga evakuasi yang benar.
  3. Peningkatan pengetahuan petugas fungsional Pengendali Ekosistem Hutan dalam hal pengambilan/perekaman jejak satwa baik ukuran jejak, garukan kuku jari dan perekaman dalam bentuk gips, juga pengetahuan tentang satwa mangsa karnivora seperti musang atau garangan berdasarkan ukuran jejaknya.
  4. Perlunya sosialisasi (penyuluhan) intensif kepada masyarakat sekitar tentang perlindungan satwa liar sehingga konflik antara masyarakat dan satwa liar tidak diakhiri dengan perburuan satwa liar.
  5. Sosialisasi kepada pers  untuk dapat diberikan penjelasan tentang jenis-jenis satwa liar yang dilindungi Undang-Undang sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pemuatan berita di majalah atau koran, bahkan kadang terjadi salah kaprah penulisan tidak bisa membedakan antara harimau dan macan tutul yang dianggap dari satu jenis satwa, atau macan tutul dianggap berbeda jenis dengan macan kumbang.  Hal-hal kehumasan semacam ini perlu disosialisasikan untuk kepentingan bersama.

macantutultnhs

Foto :  Macan Tutul

DSCF0062

DSCF0057

Foto :  Pemeriksaan Petugas KSDA di Ponorogo, 2009

(penulis adalah Kabid KSDA Wil. I Madiun)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s