Informasi Kawasan Konservasi


Logo Dep

PIC_0064

RKW Ponorogo/Pacitan – SKW Bojonegoro :


Cagar Alam Gunung Picis di Ponorogo seluas 27 Ha

SK : GB No. 36 Stbl. No. 43, 4 Februari 1924

Keadaan Fisik

Letak dan Luas
– Wilayah Administratif : Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo.
– Geografis : 07°44’20-07°45’41 LS dan 111°39’12-111°39’44 BT

– Batas-batas :
-Sebelah Utara : Hutan Produksi Pinus PT Perhutani dan Desa Pupus
– Sebelah Selatan : Hutan Produksi Pinus PT Perhutani
– Sebelah Barat : Hutan Produksi Pinus PT Perhutani dan Desa Gondowido
– Sebelah Timur : Hutan Produksi Pinus PT Perhutani
– Luas : 27,90 Ha

Topografi : Dari sebelah barat sampai ke arah timur topografinya
bergelombang sedang, utara ke selatan topografi curam, dengan kelerengan antara 45°-60°. Ketinggian tempat ±1200 mdpl.

Geologi dan Tanah : Terdiri atas batuan vulkanik sedangkan keadaan tanahnya adalah kompleks mediteran merah kuning, grumusol, latosol, dan batuan-batuan basis serta intermedier.

Iklim :

a. Tipe iklim C dengan nilai Q=57,4% (Schmidt dan
Ferguson).
b. Curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2647 mm dengan rata-rata hari hujan sebesar 147 hari.

c. Musim hujan terjadi pada bulan Nopember hingga Mei sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan Juni hingga Oktober.

Keadaan Biologi
Tipe Ekosistem : Hutan hujan tropis sub pegunungan
Flora : Vegetasi dominan antara lain morosowo (Engelhardis spicata), pasang (Quercus sondaica), dali (Radermachera gigantea), nyampoh (Litsea glutinosa), pulus (Laportea stimulans).

Fauna : Berbagai jenis burung, lutung (Presbytis cristata), bajing tanah (Lariscus insignus), kadal (Mabouya multifasciata), dll.

Aksesibilitas :

Surabaya – Kecamatan Mlilir, Ponorogo (kendaraan umum/bis ±175 km) –
Kecamatan Ngebel (angkutan pedesaan/kendaraan beroda empat ±18 km) – CA Gunung Picis (kendaraan beroda empat ±5 km).

IMG_0147

PIC_0107

Foto :  C.A. Gunung Picis (sumber BBKSDA Jatim, 2009)

Cagar Alam Gunung Sigogor di Ponorogo seluas 190,5 Ha

SK : GB No. 23 Stbl. 471, 4 September 1936

Keadaan Fisik

Letak dan Luas :
– Wilayah Administratif : Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo.
– Geografis : 07°48′-07°50′ LS dan 111°36′-111°38′ BT
– Batas-batas
– Sebelah Utara : Hutan Lindung dan Hutan Produksi PT Perhutani
– Sebelah Selatan : Hutan Lindung PT Perhutani
– Sebelah Barat : Hutan Lindung dan Hutan Produksi PT Perhutani
– Sebelah Timur : Wilayah Kabupaten Madiun
– Luas : 190,5 Ha

Topografi : Berbukit-bukit (terletak di lereng barat Gn. Wilis) dengan
medan berlereng sedang hingga curam pada ketinggian 100-1.700 mdpl. Puncak-puncak tertinggi antara lain terdapat di bagian selatan (daerah Patok Banteng dan Batu Blandar) dan di bagian timur (daerah Cenger).

Geologi dan Tanah : Formasi geologi terdiri atas batuan vulkanik muda sedangkan jenis tanahnya merupakan kompleks mediteran dan litosol yang sangat peka terhadap erosi.

Iklim :

a. Tipe C dengan nilai Q=57% (Schmidt dan Ferguson).
b. Curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2582 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 142 hari.
c. Musim hujan terjadi pada bulan Nopember hingga Mei. Suhu udara pada malam hari berkisar antara 15-20°C dan pada siang hari antara 30-35°C.

Keadaan Biologi
Tipe Ekosistem : Hutan hujan tropis pegunungan.
Flora : Didominasi oleh pasang (Quercus sondaica), jamuju (Podocarpus imbricatus), rasamala (Altingia excelsa), dali (Radermachera gigantea), wesen (Dodoneca viscosa), kodokan (Macropanax dispermum), morosowo (Engelhardis spicata), embacang (Mangifera foetida), puspa (Schima wallichii), salam (Eugenia polyantha), dll.

Fauna : Berbagai jenis burung seperti rangkok (Buceros rhinoceros), elang bondol (Haliastur indus), raja udang (Halchyon chloris), dan tulum tumpuk (Megalaima javanensis). Beberapa jenis mamalia seperti macan tutul (Panthera pardus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung (Presbytis cristata), dll.

Aksesibilitas : Madiun/Ponorogo – Mliwir (bus/mini bus/angkutan pedesaan ±18km) -Telaga Ngebel (angkutan pedesaan/ojeg) – Dukuh Sekethip (jalan kaki ±10 km) – CA Gunung Sigogor (jalan kaki ±2 km).

IMG_0155

IMG_0211

Foto :  Inventarisasi Potensi Kawasan di C.A. Sigogor, 2009

RKW Tuban/Bojonegoro – SKW Bojonegoro :


Cagar Alam Gua Nglirip di Tuban seluas 3 Ha

SK : GB No. 6 Stbl. 90, 21 Pebruari 1919

Keadaan Fisik

Letak dan Luas

– Wilayah Administrasi : Desa Guwo Terus, Kecamatan Montong, Kabupaten
Tuban.

Geografis
– Batas Kawasan : Dikelilingi oleh kawasan hutan produksi Perum Perhutani
BKPH Wono Agung KPH Parengan.
– Luas : 3 ha

Topografi

Datar – bergelombang, ketinggian tempat antara 200-
220 mdpl.

Geologi dan Tanah

Jenis tanah aluvial, grumusol, dan regosol berwarna merah kuning hingga coklat.

Iklim

a. Tipe C dan D (Schmidt dan Ferguson).
b. Curah hujan rata-rata tahunan = 1500-2000 mm.

Keadaan Biologi

Tipe Ekosistem : Goa batu kapur.

Flora

Di dalam goa tidak ada, namun di luar goa ditumbuhi oleh vegetasi belukar, rerumputan dan sedikit pepohonan antara lain : suliara (Lantana camara), kirinyuh (Eupatorium nuliflorum), puteri malu (Euphorbia hirta), alang-alang (Imperata cylindrica), rerumputan (Graminae), serut (Streblus asper), awar-awar (Ficus septica), jarak (Jatropha curcas), paku-pakuan (Selaginella frondosa), teki (Oleocharis dulcis) dan jati (Tectona grandis).

Fauna

Kelelawar (Pteropus vampyrus), dan beberapa jenis insekta.

Aksesibilitas :

Surabaya – Bojonegoro (bus ±120 km) – Kec. Singgahan, Jatirogo (angkutan umum ±30 km) –  Goa  (kendaraan roda dua atau empat ±325 m).

PIC_0033

IMG_2953Foto :  Cagar Alam Goa Nglirip (sumber : BBKSDA Jatim, 2009)

RKW Kediri/Nganjuk – SKW Kediri :


Cagar Alam Manggis Gadungan di Kediri seluas 12 Ha

SK : GB No. 83 Stbl. 392, 11 Juli 1919

Keadaan Fisik
Letak dan Luas
– Wilayah Administratif : Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.
– Geografis : 07°48’56”-07°50′ LS dan 112°12’58”-112°13’47” BT
– Batas-batas
– Sebelah Utara : Desa Wonorejo
– Sebelah Selatan : Desa Satak
– Sebelah Barat : Desa Manggis
– Sebelah Timur : Desa Satak
– Luas : 12,0 Ha

Topografi

Landai dengan ketinggian ±100 mdpl (terletak di kaki Gn. Kelud).

Geologi dan Tanah

Jenis tanah regosol yang berasal dari batuan vulkanik kuartier muda endapan kapur bertekstur pasir dan latosol dengan bahan induk batu bekuan basis dan intermedier dengan tekstur tanah gembur.

Iklim

a. Tipe iklim C (Schmidt dan Ferguson) dengan nilai Q=56,34%.
b. Curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2513 mm dengan rata-rata hari hujan sebesar 170,11 hari.

c. Musim hujan terjadi pada bulan Nopember hingga April sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan Mei hingga September.

Keadaan Biologi

Tipe Ekosistem

Hutan hujan tropis dataran rendah.

Flora

Tumbuhan yang dijumpai antara lain kemiri(Aleurites moluccana), bendo (Artocarpus elasticus), bayur (Pterospermum javanicum), epeh (Ficus globosa), ipik (Ficus retusa), gondang (Ficus variegata), nyampoh (Litsea glutinosa), rao (Dysoxylum amoroides), maduh (Laportea stimulans), berasan (Acmena accuminatisima), kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum), tutup (Macaranga rhizinoides), pasang (Quercus sondaica), dan serut (Streblus asper) sedangkan tumbuhan bawah yang ditemui antara lain aren (Arenga pinnata), rotan (Calamus javensis), sri rejeki (Aglaonema picta), anggrek tanah (Corymborchis veratrifolia).

Fauna

Jenis satwa dilindungi yang ada antara lain kancil (Tragulus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak), walang kopo (Petaurista elegans), rangkok (Buceros undulatus), sesap madu (Nyctarina jugularis), elang (Haliastur indus), merak (Pavo muticus), dan burung hantu (Tyto alba). Sedangkan jenis satwa yang belum dilindungi, antara lain monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), kalong (Pteropus vampyrus), burung bubut (Centropus sinensis), kadal (Mabouya multifasciata), bunglon (Coutus cristatellus), dan tupai (Tupaia javanica).

Aksesibilitas

Surabaya – Pare (kendaraan umum) – Cagar Alam Manggis Gadungan (kendaraan roda empat atau dua/ojek).

PIC_0300Foto :  Pos Jaga C. A. Manggis Gadungan, 2008

Cagar Alam Besowo Gadungan di Kediri seluas 7 Ha

SK : GB No. 83 Stbl. 392 , 11 Juli 1919

Keadaan Fisik

Letak dan Luas
– Wilayah Administratif : Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

Geografis
Batas-batas
– Sebelah Utara : Hutan Lindung PT Perhutani
– Sebelah Selatan : Hutan Lindung PT Perhutani
– Sebelah Barat : Hutan Produksi Pinus dan Mahoni PT Perhutani
– Sebelah Timur : Hutan Produksi Pinus dan Mahoni PT Perhutani
– Luas : 7 Ha

Topografi

Ketinggian tempat ±525 mdpl. Pada bagian timur memiliki topografi datar dengan lebar 75-100 m yang membujur dari utara ke selatan 450 m. Sedangkan di bagian barat agak curam sampai curam dengan kelerengan 60-80 %, dan lebar lereng antara 60-75 m dengan panjang 520 m.
Geologi dan Tanah : Struktur geologi terdiri atas jenis batuan kuartier muda yang berasal dari batuan vulkanik. Sedangkan jenis tanahnya merupakan tanah regosol dan latosol yang terbentuk dari bahan induk batu bekuan basis dan intermedier.

Iklim

a. Tipe D dengan nilai Q=67,16% (Schmidt dan Ferguson).
b. Curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2074,80 mm.
c. Musim hujan terjadi pada bulan Nopember hingga April. Sedangkan musim kering terjadi pada bulan Mei hingga September.

Keadaan Biologi

Tipe Ekosistem

Hutan hujan tropis dataran rendah.

Flora

Beberapa jenis tumbuhan yang dapat dijumpai antara lain rau
(Dracontomelon puberulum), kedondong alas (Spondias pinnata), popohonan (Buchannania arborescens), cembirit (Ervatamia divaricata), pule (Alstonia scholaris), dan kemiri (Aleurites moluccana). Sedangkan jenis tumbuhan bawah yang ada antara lain piji (Ageratum houstonianum), tukuruyung (Gynura aurantiaca), pakis (Athyrium esculantum), bamban (Donax canniformis).

Fauna

Berbagai jenis burung seperti raja udang (Halchyon chloris), prenjak (Prinia sp.), kutilang (Pycnonotus aurigaster), perkutut (Streptofelia sp.), sesap madu (Athoptes malaccensis), jalak uren (Sturnus melanopterus), gagak (Corpus enca), dan trucukan (Pycnonotus goiavier). Sedangkan jenis mamalia yang dapat dijumpai antara lain tupai (Sciuvus notakas), kalong (Pteropus vampirus), babi hutan (Sus scrofa), dan musang (Paguma larvata).

Aksesibilitas

Surabaya – Pare (kendaraan umum/bus) – Desa Besowo (angkutan pedesaan) – CA Besowo Gadungan (kendaraan pribadi ±7,5 km).


Foto :  Pos Jaga CA. Besowo Gadungan, 2009

logoksdamerakbidangmadiun


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s