Operasi Penertiban Kepemilikan Satwa


Operasi Penyitaan Satwa Dilindungi

Propinsi Jawa Timur saat ini menjadi sorotan banyak pihak terutama  dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) setempat karena maraknya peredaran dan kepemilikan satwa liar dilindungi Undang-Undang yang disinyalir tempat perdagangan dan kepemilikan satwa liar tersebut tersebar di beberapa daerah  di Jawa Timur.  Masyarakat masih bisa mendapatkan satwa liar dilindungi dari alam dan memperdagangkannya terutama dalam keadaan hidup. Selain itu ada beberapa wilayah  yang juga disinyalir menjadi daerah pemasok satwa liar dilindungi yang diperdagangkan di kota-kota besar seperti Surabaya.

Peredaran satwa maupun flora yang semakin meningkat, terutama jenis-jenis yang termasuk kategori dilindungi di wilayah Balai Besar KSDA Jawa  Timur sudah cukup merisaukan dan mengancam kelestarian habitatnya di alam.  Berbagai upaya konservasi untuk mengendalikan peredaran jenis-jenis dilindungi yang dilakukan BBKSDA Jawa Timur  dalam hal ini Bidang Wilayah I Madiun telah dilakukan melalui tindakan preventif diantaranya dengan penyuluhan, pembinaan, dan patroli rutin, tetapi hal ini belum mampu meredam maraknya peredaran dan kepemilikan satwa liar dilindungi Undang-Undang.

Untuk mengatasi meningkatnya peredaran satwa maupun flora, maka perlu diadakan suatu upaya rutin berupa operasi penertiban, peredaran, perdagangan dan pemilikan satwa liar yang dilindungi di Bidang Wilayah I Madiun.

Pelaksanaan kegiatan Operasi Penertiban dan Kepemilikan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL)  yang Dilindungi Undang-Undang di Bidang Wilayah I Madiun selama Tahun 2009 antara lain :

21-24 Agustus 2009

Operasi dilaksanakan di Kab. Kediri, dari operasi yang telah dilakukan didapatkan hasil 1 (satu) ekor Jalak Putih (Sturnus melanopterus)  yang beralamatkan di   Ds. Wonorejo Kec. Kras Kab. Kediri dan 2 (dua) ekor Merak (Pavo muticus)  yang beralamat di Dukuh Mrican  Banyakan Kab. Kediri.

Foto 1. Jalak Putih (Sturnus melanopterus) di kandang masyarakat

 

Foto 2. Merak (Muntiacus muntjak) yang dipelihara oleh masyarakat 

 

14-17 September 2009

Dilakukan penyitaan di Kab. Lamongan dan Kab. Tuban terhadap kepemilikan satwa dilindungi Undang-Undang yaitu antara lain 2 ekor burung nuri kepala hitam, 1 ekor burung kakatua jambul kuning (Cacatua galerita) yang beralamatkan di Ds. Babat Kec. Babat Kab. Lamongan, 3 ekor burung merak dan 1 ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus)  yang beralamat  di Kec. Babat Kab. Lamongan.

Foto 1. Persiapan kandang untuk operasional di lapang

Foto 2. Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) yang diperihara masyarakat

Foto 3. Merak (Muntiacus muntjak) di kandang yang kurang nyaman

Foto 4. Evakuasi Merak (Muntiacus muntjak)

 

7-10 Oktober 2009

Dilakukan penyitaan di Kab. Ponorogo antara lain 1 ekor kijang, 4 ekor burung merak dan 3 ekor jalak putih.


Foto 1. Anggota Tim sedang mengevakuasi Kijang (Muntiacus muntjak)

Foto 2. Jalak Putih (Sturnus melanopterus) berhasil diamankan

Foto :  Opgab di Ponorogo, 2009 (sumber : BBKSDA Jatim)